Manifestasi Gerakan Tarbiyah. Bagaimana Sikap FSLDK ?

Tarbiyah. Sebuah gerakan yang mengadopsi atau meniru Ikhwanul Muslimin di Mesir untuk diterapkan di Indonesia dalam melakukan pembinaan dan perekrutan anggota secara khusus untuk kepentingan gerakan atau perjuangan di lingkungan umat Islam. Gerakan Tarbiyah ini awalnya sekitar tahun 1970-an dan tahun 1980-an merupakan gerakan dakwah kampus, yakni melalui masjid-masjid kampus di ITB, IPB, UI, UGM, UNAIR, UNIBRAW, UNHAS, dan sebagainya. Kemudian menjadi sebuah gerakan yang mengerucut dan menamakan diri sebagai “Tarbiyah” dan akhirnya pada tahun 1998 ketika babak baru Reformasi di antara para aktivisnya mendirikan Partai Keadilan (PK) yang berubah menjadi Partai Keadilan Sejahtera (PKS) pada tahun 2004. Di belakang hari PK/PKS menjadikan “Tarbiyah” sebagai bentuk sistem pembinaan dan perekrutan anggota. Karena itu, sebagai sebuah gerakan akhirnya Tarbiyah menjadi tidak dapat dilepaskan dari partai politik Islam yang bernama Partai Keadilan Sejahtera.


Jika dikaji pada aspek “manhaj” secara normatif atau teks formal semata, maka gerakan keagamaan seperti Tarbiyah tentu tidak masalah, dalam arti baik di dalam dirinya. Tetapi manakala dikaji dari aspek gerakannya, maka gerakan Tarbiyah atau gerakan apapun akan tampak sisi-sisi atau wajah lain yang memiliki karakter, ambisi, tujuan, dan target-target ideologis hingga politik. Dalam aspek manhaj atau normatif pun bahkan dapat diketahui perbedaannya. Dari sini maka memahami Tarbiyah sebagai sistem maupun gerakan tidaklah sederhana, namun cukup kompleks. Intinya, bahwa gerakan Tarbiyah berbeda dengan gerakan Islam lain, termasuk Forum Silaturahim Lembaga Dakwah Kampus (FSLDK). Boleh jadi karena sesama gerakan Islam maka terdapat titik-titik kesamaan, tetapi juga memiliki perbedaan, lebih-lebih ketika menjadi gerakan sekaligus sistem pembinaan dari sebuah partai politik Islam tertentu. Karena itu baik sama apalagi berbeda, maka gerakan Tarbiyah dengan nilai-nilai dan ideologi gerakannya tidaklah dapat dihimpitkan dengan FSLDK maupun lainnya. Jika ingin begitu, ya dirikan saja Forum Silaturahim Lembaga Dakwah Kampus Tarbiyah (FSLDKT). Dan pastinya, lembaga dakwah yang ada didalamnya pun juga harus merupakan Lembaga Dakwah Kampus Tarbiyah (LDKT), bukan LDK (Lembaga Dakwah Kampus). Sehingga jelas bahwa FSLDKT memang menganut idelogi Tarbiyah.

Jika dilihat dari gerakannya, FSLDK sendiri merupakan gerakan Islam yang independen, dalam artian memiliki karakter, dan garis perjuangan tertentu sebagaimana sejarah kelahirannya pada sarasehan di UGM yaitu salah satunya sebagai sarana perwujudan akselerasi dakwah kampus dan bukan sebagai sarana pembinaan jamaah Tarbiyah ataupun sebagai sarana pengkaderan Partai Keadilan Sejahtera (PKS). FSLDK juga memiliki Komisi ke-LDKan, Komisi Jaringan Kemuslimahan serta Komisi Isu dan Keumatan, itu semua dibentuk sebagai sarana perwujudan akselerasi dakwah kampus serta untuk mewujudkan peran aktif LDK dalam menyikapi permasalahan keumatan. Karena itu, FSLDK berhak mengatur dan menjaga tatanannya serta harus dihormati oleh siapapun, termasuk dan apalagi oleh gerakan Islam lain yang sama-sama berada dilingkungan umat Islam. FSLDK memiliki hak bahkan kewajiban dalam dirinya untuk bebas dari campur tangan, infiltrasi, dan gangguan pihak manapun yang dapat memperlemah gerakannya. FSLDK pun tidak akan melakukan campur tangan dan mengganggu gerakan lain di negeri ini.

Sikap saling menghormati, toleransi, ukhuwah, kerjasama, dan menjaga batas-batas antara organisasi dan gerakan sesama umat Islam justru menjadi penting. Bukan saling menginfiltrasi, yang pada akhirnya dapat merusak bangunan dan kekuatan umat Islam secara keseluruhan. Persamaan bukan untuk diperhimpitkan apalagi menjadi alasan untuk saling mencampuri dan masuk ke rumah tangga antar sesama gerakan Islam. Perbedaan juga bukan untuk dipertentangkan apalagi menjadi benih konflik. Karena itu setiap gerakan Islam semestinya saling menjaga etika/akhlak gerakan, kehormatan, kemandirian, dan tatanan gerakan lain di lingkungan umat Islam. Insya Allah jika sikap moderat seperti itu dipelihara dan dijunjung tinggi maka akan tercipta kemaslahatan dalam gerakan Islam di Indonesia

Wallahu a’lam.

*) Dari Berbagai Sumber

26 Responses

  1. Sudah pernah kunjung ke FSLDK ITS belum, akhi?

    Reply:
    Alhamdulillaah sudah, dan Subhanallah… masjidnya besar sekali

  2. Selama fsldk dan gerakan Tarbiyah memiliki 1 tujuan untuk mengibarkan panji Islam sbg Rahmat seluruh alam ya nda’ masalah, malah bisa sinergis dan kebangkitan Islam akan cepat terwujud. karena untuk mencapai itu (kebangkitan Islam) nggak bisa sendiri, banyak komponennya. Dan metode/kendaraan menuju kesana juga macam-macam, maka kita cari yang paling aman dan cepat. Begitu… ^_^
    Wallahua’lam.

    Reply:
    Wah-wah… berarti sama aja dengan melakukan kebaikan tapi disisi lain yang secara tidak disadari menghambat kebaikan yang lain juga.

  3. hmm,, bagusnya sie kalo bisa memahami fiqih dakwah tentang mobilitas horizontal & mihwar-mihwar dakwah.

    sepakat dengan nice_jundiyah, yg semestinya dilihat adalah tujuan dari dakwah itu sendiri. Kalau tujuannya udah bener, seharusnya di dalamnya tidak perlu dianggap masalah & akan tercipta sinergi antara FSLDK maupun tarbiyah.

    Reply:
    Saya tetap tidak setuju. Kalau memang begitu, ya diubah saja namanya menjadi FSLDKT (Forum Silaturahim Lembaga Dakwah Kampus Tarbiyah). Dan pastinya, lembaga dakwah yang ada didalamnya pun juga harus merupakan Lembaga Dakwah Kampus Tarbiyah (LDKT), bukan LDK (Lembaga Dakwah Kampus). Sehingga jelas bahwa FSLDKT memang menganut idelogi Tarbiyah.

    Tidak seperti sekarang, hanya main “sembunyi-sembunyi”. Apakah iya dengan mengkokohkan Tarbiyah, kemenangan Dakwah akan tercapai? Lantas, mau dikemanakan Salafi, mau dikemanakan Muhammadiyah? mau dikemanakan HTI? mau dikemanakan NU?

    Ingat bung, FSLDK dibentuk bukan sebagai sarana pembinaan jamaah Tarbiyah ataupun sebagai pengkaderan Partai Keadilan Sejahtera. Dan persamaan (sebagai gerakan Islam) bukan untuk diperhimpitkan apalagi menjadi alasan untuk saling mencampuri dan masuk ke rumah tangga antar sesama gerakan Islam.

  4. pernyataan antum bisa jadi malah memecah-belah persatuan yg sudah ada. apa benar solusinya dibikin FSLDKT or BKLDK or IPM?

    terlalu bertele-tele mengurusi masalah internal seperti ini mungkin akan membuat ketertinggalan qt semakin jauh.

    Reply:
    Memecah belah? :-)
    Apakah iya jika memasukkan seluruh elemen selain elemen “tarbiyah” ke dalam FSLDK malah menjadi memecah belah persatuan? Sudahlah, BKLDK tidak akan berdiri jika FSLDK bersifat netral dan terbuka

  5. terima kasih sharing info/ilmunya…
    saya membuat tulisan tentang “Benarkah Kita Hamba Allah?”
    silakan berkunjung ke:

    http://achmadfaisol.blogspot.com/2008/09/benarkah-kita-hamba-allah-1-of-2.html
    (link di atas adalah tulisan ke-1 dr 2 buah link benarkah kita hamba Allah?)

    Apakah Allah juga mengakui bahwa kita adalah hamba-Nya?

    salam,
    achmad faisol
    http://achmadfaisol.blogspot.com/

  6. buat ana mah, … asal tetep gak ngelanggar syaria’t en niat dakwahnya semata-mata niat ikhlas cos Allah, …. smua punya jalan n pilihan masing2 tooo

    Reply:
    Benar mb..

  7. assalamualaikum akhi.. apa khabar..??
    Kelihatannya tulisan antum semakin rame dan kritis akhi.. sekali-kali kalo ada waktu..kita bincangkan hal ini..sepertinya menarik… ayo donk datang ke sttn. kalo ga kekosan saya yang baru…dekat dengan rumah antum koq….no jgn diganti2..susah mo ngubungin antum..

    Reply:
    Wa’alaikumslam wrwb.. Alhamdulillaah baik2.
    Ya, mari-mari, silahkan kalau mau maen kerumah.. pintu rumah saya terbuka lebar untuk antum :-)

  8. terserah apapun simbolnya, yang penting hiduplah dengan penuh cinta karena cinta itu menghidupkan dan memberi kehidupan….

    Reply:
    Luar biasa…

  9. assalamu’alaykum wr wb

    afwan kalo salah tempat, akh.
    hanya ingin bersilaturahim dengan temen2 LDK se-Indonesia..

    salam ukhuwwah.
    kunjung balik ke blog ana ya…
    http://rezaprimawanhudrita.wordpress.com/

    jazakallah

    Reply:
    OK.

  10. saya sepakat dengan mas purnomo, mau dikemanakan mereka semua, kita bergerak dan berdakwah tapi buta,!!!!! kita masih mementingkan diri sendiri. menonjolkan haroki kita masing2. kalo memang ini FSLDK yang semua bendera harus dikibarkan doong, jangan bendera itu2 aja, makanya orang islam kalah dengan orang islam itu sendiri. dasar2 FSLDK haruslah dengan dasar FSLDK bersama mentang2 banyak orang2 yang satu haroki disitu. kita seharusnya bisa netral ikhwan wakhwatifillah.masih banyak orang yang tidak mengerti islam pingin masuk islam dengan benar .
    Wallahua’lam bisshowab
    Ya Alllah jadikan kami termasuk hamba2Mu yang Al Kayyis

  11. Untuk organisasi-organisasi dakwah kampus memang biasanya tidak dapat terlepas dari sebuah manhaj, bahkan organisasi setingkat SMA. Karena organisasi mau tidak mau harus memiliki satu visi, dan sangat sulit menyatukan dua visi yang berbeda dalam satu wadah, maka setiap organisasi biasanya memiliki kecenderungan terhadap sebuah manhaj.

    Sejak SMA saya mengalami hal itu. Karena ‘ide saya’ tidak bisa di akomodasi oleh organisasi-organisasi itu, mau tidak mau saya membuat kendaraan baru, yang penting adalah ide tersebut sampai ke umat. Bagaimana bentuk kendaraannya silahkan dipikirkan dengan kreatif.

    Tetapi yang harus dipahami bahwa ketika ada dua organisasi dakwah dalam satu kampus tidak berarti itu adalah bentuk perpecahan, selama apa yang disampaikannya islam kita semua tetap bersaudara. Hanya saja memiliki visi yang berbeda, sehingga agar tetap produktif (kedua belah pihak), yah tak masalah membuat kendaraan baru.

    Kadang kalau memaksakan dua visi dalam satu wadah, yang saya alami sih biasanya jadi ‘hancur’, yang ada konflik internal. Kita lebih baik fokus ke penyadaran umat, bagaimana caranya, disitu ikhtiarnya.

    Reply:
    Allah Maha Mengetahui

  12. mas… saya acungi jempol untuk tulisannya… dakwah ini memang butuh orang-orang yang kritis untuk kemajuan dakwah ini kedepannya dan bukan orang-orang yang hanya bisa menjawab dengan jawaban ya..ya..saja.. Kalo menurut saya perbedaan-perbedaan itu akan selalu ada,akan tetapi apakah itu yang menjadi subtansi yang harus dibahas dan dimunculkan…?? dakwah ini butuh sebuah sarana untuk mewujudkannya sesuai dengan aspek-aspek kehidupan manusia itu..entah itu dakwah sekolah,dakwah kampus, dakwah ammah atw bahkan dakwah di sebuah parpol… yang menjadi permasalahan yaitu sebuah profesionalitas dari para penggerak-penggerak dakwah itu, yang pada akhirnya bermuara pada sebuah tujuan mulia yaitu ALLAH. terkait dengan masalah adanya sebuah penanaman sebuah gerakan tarbiyah didalam dakwak kampus, saya rasa tidak masalah selagi itu tidak melenceng dari Al-Qur’an dan sunnah, kembali lagi permasalahannya sebenarnya bukan itu.. akan tetapi siapkah para ADKnya untuk merangkul semua element yang ada di kampus tersebut tanpa ada sifat menutup diri dari gerakan dakwah yang lainnya, dan satu hal jangan sekali-kali memberikan stigma negatif pada kelompok-kelompok tertentu.. Lakukan yang terbaik dan biarkan Allah yang menilai hasilnya nanti… OK,mas saya tunggu karya-karyanya…

    Reply:
    OK..OK..

  13. Masalahnya sekarang…seberapa banyak umat Islam ini yang siap untuk “Sedikit berbeda” pada hal-hal yang furu’ tanpa merusak ukhuwah. Lha gara2 2009…kita kan bisa lihat…bagaimana kedewasaan mereka.

    Lha dikritisi sedikit saja sudah dibilang “nasionalis” he he walah kok yo angel lho mengimplementasikan teori njenengan di atas.

    Tapi saya salut dengan antum…keep fighting…umat ini memang perlu pencerahan dari orang2 seperti Anda.

    Reply:
    Insya Allah…

  14. Assalaamualikum…
    salam ukhuwah!

    saya sepakat dengan lima baris terakhir tulisan akhi putra. seandainya masing-masing kita hanya mementingkan urusan organisasi atau partai, bisa jadi nilai-nilai islam sendiri malah hilang. semua sibuk mengurusi `milik sendiri`, merasa benar sendiri dan enggan menjalin silaturrahim dengan yang lain. kalau begini, yang ada nantinya perpecahan umat….
    wallaahu a`lam

    Reply:
    Benar mb..
    Ukhuwah sekarang ini nyaris hanya menjadi mitos, mudah diucapkan, tetapi sulit untuk diterapkan

  15. organisasi islam manapun tidak boleh dibatasi untuk be-afiliasi dg organisasi Islam lainnya. yg jelas perjuangannya murni dan ikhlas karena Allah (bukan untuk kepentingan parsial tertentu)…. termasuk kalo fsldk belum punya seorang Mujtahid maka wajib hukumnya untuk bersinergi dg organisasi Islam lainnya yng punya Mujtahid agar kemurnian ide2 dan pemikirannya bisa terjaga, hal ini penting jangan sampai ada fatwa2 sesat yg berkembang di kalangan ADK.

    Slamat Berjuang
    say yess for Islam !

    Reply:
    Tapi ingat, parameter “murni” dan “ikhlas” yang seperti apa dulu..
    OK, Slamat Berjuang juga saudaraku..

  16. menurut saya, sangat disayangkan sekali bila apa yang antum tulis itu benar, mengingat konsep tarbiyah itu penting dalam pembentukan karakter kader dakwah dan muslim yang kaffah. kalau sampai hal tersebut sampai diekori oleh hal2 yang berbau politis sungguh itu akan mencemari kemurnian tarbiyah itu sendiri. biarlah mereka yang ditarbiyah memilih kemana arah mereka, mengingat saya juga pernah ditawari hal2 semacm itu namun tetap saya berkata “tidak” karena tugas saya bukan mencakup hal2 yang berbau politis saat ini. memang saat ini trend yang sedang terjadi…banyak partai politik memanfaatkan hal2 semacam itu untuk merekrut kader2 muda. tapi terkdang itu akan mematikan fungsi mahasiswa yang menjadi pejuang rakyat secara murni tanpa digawangi oleh antek2 politik… mungkin saja kita bekerjasama, namun jangan sampai menjadi idealisme mahasiswa yang sekarang lebih trend mengikuti partai politik saat masih berstatus mahasiswa..perkuat ilmu dululah baru pengaplikasiannya..takut2 malah nyimpang nantinya.

    Reply:
    Nanti lama-lama mbSyiva juga tau..

  17. Mohon buat partai politik apapun namanya…
    yang dibawa islam itu bukan simbolnya, bukan NAMA ISLAM nya, bukan kubu2nya, bukan mahzab2nya…
    tapi AKHLAKnya…
    selama berada di jalan keselamatan, semua itu islam…
    kita sering lupa isi dan substansi, semua hanya teori saja..
    beragama hanya sebatas kulit! tidak memberi makna

    Reply:
    Tapi demi izzatul Islam wal muslimin. Untuk kemenangan Islam dan kaum muslimin

  18. Assalamu’alaikum…
    salam Ta’aruf.
    menanggapi coment-coment di atas…
    memang benar dakwah perlu sarana, tapi sarananya seperti apa dulu..
    apakah nasyid dan teater yang dibawakan oleh teman-teman tarbiyah itu adalah sarana… jika y? makan kesalahan besar.
    mencapai tujuan dakwah dengan cepat itu bukan hakikatnya akan tetapi yang perlu diperhatikan adalah caranya. klu tujuan tercapai dgn cpt tp menggunakkan cara2 yg tidak halal maka sama saja dengan 0.

    Reply:
    Wa’alaikumsalaam wrwb…
    Salam ta’aruf juga.

    Wallahu a’alam bis showab

  19. Islam YES! partai Islam NO!

    Reply: :-)

  20. Assalamualaikum wr..wb. mas putra..

    Akhirnya saya merespon juga blog antum..masalahnya di FB saya ente minta kunjungan terus ah..ya g keren lha..mau promosi ya..ha..ha..! Bagus – bagus kenapa tulisannya g dibuat buletin di KODISIA sayang kan. Mungkin rumusan masalahnyanya bukan hanya sesederhana itu namun yang ingin saya tambahkan adalah memahami belum tentu mengimani dan hal yang paling saya tekankan adalah jika ingin berubah bukan melalui perkataan namun perbuatan..walau terkadang sangat sulit untuk merubah orang namun saya percaya bahwa antum adalah bagian dari jiwa KODISIA yang tidak ingin hal semacam itu terjadi….itu saja cukup!

    Reply:
    Wah, bisa gempar nanti kalau tulisan saya di muat di buletin KODISIA..
    Krn kan slogan saya “Kulil haq walau kaana murron” ; katakanlah kebenaran walau itu pahit… :-)

  21. OH ya..mau tanya niii..nanti mas putra nyoblos nomer berapa ya…?

    Reply:
    Nah itu dia mas… ntar lah… klo g nomor 8 ya nomor 9.
    Hehehe… :-)

  22. aslamualaikum…
    salam kenal..
    aku masih bingung nie bedanya FSLDK sama BKLDK…
    jelasin dunk..

    btw, kalau menurutku sih kita ga usah lah memperpanjang dan mendebatkan masalah yang furu’,. g bakal selesai-selesai deh. nanti malah lalai deh…
    yang penting tujuan kita satu. ISLAM JAYA. iya kan..


    Reply:
    Betul mb..Ga usah bingung..
    Fain tanaza’tum fii syai’in farudduuhu ilallah war rosuul..
    Jika kamu berselisih tentang sesuatu, kembalikanlah kepada Allah dan RasulNya..

    • Saya tidak mengerti dengan kalian, justru itu yang membuat saya semakin benci dan enggan memilih PKS karena ada orang – orang seperti kalian yang tidak pernah bisa mengerti dan memahami bahwa lingkungan kerja kalian berbeda dan itu merupakan kesalahan “sangat fatal”…bagi sebuah lembaga dakwah kampus….”saya bukan kader PKS namun ketikan disuruh aksi malah meninggalkan syuro LDK, profesionalisme g ada kerja hanya bau busuk yang keluar melalui ocehan – ocehan yang membuat kalian seperti terlihat hebat dimata orang lain. Padahal……..”0″ ….selamt berjung teman.. oh ya Put..KODISIA itu mata rantai PKS berhati – hatilah…

      Reply:

      Tenang masAdin..tenang…
      Jangan esmosi.. :-)
      Tapi kita g boleh prasangka lho ya..
      Dan yg di bolehkan itu adalah “hati-hati”
      Jadi… agar tidak muncul prasangka, hati-hati lah…
      Bukan begitu ustad Adin..?? :-)

  23. hati hati dengan apa yang kita ucapkan, salah satu yang bisa membawa ke neraka adalah mulut. satu saja yang tersinggung sudah berdosa, apa lagi berjama’ah yang di ejek,..

    Astaghfirullah,…

    Reply:
    Betul..
    “Inna ba’dhodzonni itsmun, wa laa tajassasu, wa laa yaghtab ba’dukum ba’dho ; Sungguh prasangka itu dosa, dan janganlah kamu mencari-cari kesalahan orang lain, dan janganlah ada di antara kamu yang menggunjing sebagian yang lain”.

  24. asww. ana melihat kenapa manhaj tarbiyah yang lebih dominan dalam fsldk, karena sebagian besar para adk adalah dari tarbiyah, coba kalo adk banyak dari HT tentu manhaj Ht yang lebih dominan, dan isu-isu yang dibangun tidak jauh-jauh dari khilafah.

    Reply:
    Wa’alaikumsalaam WrWb.
    Iya betul.. Terus apa masalahnya ?

  25. subhanallah, yuk belajar lagi.jaga hati, jaga bicara, jaga sikap. Allah maha mengetahui apa yang ada di langit dan apa yang ada dibumi, dan begitu juga dengan apa yang ada di hati-hati manusia. luruskan niat, rapatka barisan. Allahuakbar…..

    Reply:
    Terimakasih isian taujihnya..
    Semoga ukhuwah tetap terjalin dg baik..

Leave a Reply