Konsep Sabar

sabarimageKetika kita mengatakan kepada saudara kita “sabarlah kamu”, mungkin salah satu yang terbesit dalam pemikiran kita, sabar itu adalah sesuatu yang kekalahan, kelemahan, dan ketidakberdayaan. Ternyata, sabar itu disamping kita harus kuat dalam mengalami musibah, sabar dalam ibadah dan sabar dalam taat, sabar itu memiliki 5 langkah yang sangat-sangat kokoh dan strategis.

Yang pertama adalah Tangguh. Seseorang yang sabar itu harus memiliki ketangguhan akan prinsip dan keyakinan. Bagaikan suatu bendungan, dia memang diam, tetapi dalam diamnya itu dia menahan gemburan angin serta menahan gemburan saluran air yang berjuta-juta liter menerpanya. Berarti keteguhan ini merupakan syarat utama untuk bisa sabar.

Yang kedua adalah harus Tabah. Seseorang yang sabar harus bisa membayangkan dan menerima resiko yang paling buruk sekalipun dengan penuh ketabahan. Karena itu adalah salah satu proses dalam melaksanakan ujian yang diberikan oleh Allah SWT.

Yang ketiga adalah Tekun. Seseorang yang sabar itu harus tekun dan tidak boleh cepat bosanan. Kita harus menyadari bahwa salah satu syarat keberhasilan, kita tidak boleh berpindah-pindah terlalu cepat, dan kita tidak boleh cepat bosanan, tetapi dia harus tekun dalam menapaki setiap tahapan menuju keberhasilan.

Yang keempat adalah Tegar. Tegar berarti tidak cepat putus asa. Allah SWT berfirman: “Wa laa taiasu min rouhillah, innahu laa yaiasu min rouhillah illal qoumil kafirin; Janganlah kamu cepat berputus asa, jangan berkecil hati, karena tidaklah orang yang cepat putus asa itu kecuali orang yang kafir”. Lantas, kenapa kalau muslim itu tidak boleh cepat putus asa ? Memang dirinya fakir, tapi dia punya Allah yang Maha Kaya, memang dirinya kecil, tapi punya Allah Al-Adzim Allah yang Maha Agung, memang dirinya lemah tapi memiliki Allah Al-Matiin Allah yang Maha kokoh, memang dirinya tidak ada apa-apanya, tapi memiliki Allah Dzal-jalaali wal ikraam. Nah ketika kita mendekat kepada Allah melalui Asma Al Husna atau ketika kita mendekat kepada Allah melalui karakter dan sifat-sifatNya yang mulia maka kita akan mendapatkan satu energi baru, dan kita menyadari kita tidak boleh putus asa.

Dan yang terakhir adalah, Sabar merupakan Tahapan menuju keberhasilan. Tidak ada keberhasilan yang bisa dilalui dengan sesuatu seperti membalikkan telapak tangan. Tetapi keberhasilan harus diplaning, harus dilakukan dengan segala ketabahan, segala ketegaran, segala ketekunan, dan segala keteguhan.

Insya Allah jikalau kita kita bisa menapaki 5 tahapan ini maka kualitas sabar kita merupakan sabar yang produktif, sabar yang dinamis dan sabar yang bisa mengantarkan kita kepada keberhasilan dan bukan sabar yang salah atau sabar yang tidak berdaya.

Wallahu A’lam.

About these ads

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Follow

Get every new post delivered to your Inbox.

%d bloggers like this: