Semangat Pergerakan Dakwah Universitas Islam Indonesia

logo-uii

Korp Dakwah Universitas Islam Indonesia (KODISIA) dan lembaga-lembaga dakwah yang ada di fakultas atau yang lebih dikenal dengan LDF (Lembaga Dakwah Fakultas) adalah salah satu wadah bagi kelompok-kelompok umat yang mendapat amanah Allah untuk senantiasa berdakwah dan beramar ma’ruf nahi munkar, menebarkan serta mempertahankan kebaikan dan kebenaran. Agar sampai pada apa yang dimaksudkan, maka dalam beramar ma’ruf nahi munkar hendaknya KODISIA, beserta LDF yang lain seperti Al-Mustanir (FTSP), Al-Ghuroba (FMIPA), CENTRIS (FTI), JAFANA (FPSIB), JAFI (D3 Ekonomi), CMIA (FK), JAM (FE), JAF (FIAI),dan Al Azhar (FH) perlu mengambil spirit/semangat pergerakan yang ada dalam Al-Qur’an surat Ali Imran ayat ke-104.

Dalam Al-Qur’an surat Ali Imran ayat ke-104 tersebut selain memberikan perintah untuk beramar ma’ruf nahi munkar, juga tersirat untuk memberikan perintah tentang wajibnya mendirikan organisasi (KODISIA & LDF) bagi kepentingan dakwah Islam dengan logika fiqhiyah: “ma layatim al-wajib illa bihi fa huwa wajib”, bahwa manakala suatu kewajiban itu tidak akan sempurna jika tanpa sesuatu yang lain (organisasi), maka “sesuatu yang lain” dalam hal ini organisasi kemudian menjadi wajib adanya. Organisasi bukanlah hal yang bid’ah, tetapi kewajiban agama untuk mewujudkan risalah Islam dan terwujudnya masyarakat Islam yang dicita-citakan. Selain itu, Ali bin Abi Thalib juga pernah mengatakan, “al-haqqu bilaa nidhaamin yaghlibuhul baathilu bin nidhaam ; kebenaran yang tidak terorganisasi akan dikalahkan oleh kebatilan yang terorganisasi secara rapi”, sehingga jelas bahwa organisasi sangatlah penting bagi keberlangsungan dakwah.

Lantas, demikian pentingkah semangat yang terkandung dalam surat Ali Imran ayat ke-104 bagi pergerakan dakwah KODISIA dan LDF ? Tentu saja sangat penting dan mendalam. Kata “waltakum minkun ummatun” menurut As-Syuyuthi maksudnya “li-takun al-ummat”, yakni suatu proses untuk membentuk “segolongan umat”, yakni mereka yang menjalankan dakwah Islam, yang mengandung arti perintah atau kewajiban berdakwah. Jadi, harus ada pelaku utama dalam perjuangan dakwah, bukan sembarang orang atau kelompok, tetapi segolongan umat yang terpilih. Agar proses dan tujuan dakwah Islam itu terwujud diperlukan sistem gerakan atau sistem perjuangan, yang antara lain berupa wadah untuk bergerak secara teratur dan tersistem.

Sedangkan Imam Al-Jalalain memberi keterangan tentang kata “minkum” (sebagian kamu) dalam ayat tersebut yakni: wa min li-tab‘id li-anna ma dzukira fardlu kifayat la yulzama kullu al-ummat wa la yulbaqa bi-kulli ahadi ka-al-jahil ; artinya, “Dan kata “min” untuk menunjukkan sebagian, karena apa yang diperintahkan itu merupakan fardlu kifayah, yang tidak berlaku sebagai keharusan bagi seluruh umat dan tidak diberlakukan bagi setiap orang, seperti bagi orang-orang yang bodoh”. Jadi, mereka yang melakukan dakwah harus terdiri atas orang-orang pilihan yang terorganisasi dengan baik.

Akhiru kalam, jika ingin mengemban risalah dakwah maka haruslah dilakukan oleh sekelompok orang yang memiliki keunggulan, tidak asal orang atau sekelompok orang, karena harus menjadi pelaku (fa‘il) dalam gerakan itu sendiri. Bahkan Abi Bakr Jabir Al-Jazairi dalam kitab Aiysar al-Tafasir li al-Hukm al-‘Aly al-Kabir menunjukkan yang dimaksud dengan “ummat” dalam ayat tersebut ialah al-mujahiduna, yakni para pejuang dakwah yang melaksanakan amar ma’ruf dan nahi munkar secara gigih. Yakni, orang-orang yang berjihad dan melakukan tindakan-tindakan mengajak pada kebaikan serta mencegah kemunkaran. Jadi “al-ummah” di sini benar-benar “segolongan orang” yang seharusnya terpilih atau memiliki keunggulan dan kualitas sebagai “mujahid dakwah” atau “mujahid gerakan Islam”, yang gigih dan cerdas, yang unggul di segala bidang, serta bukan sekumpulan orang-orang pasif dan jumud.

Wallahu a’lam.

*) Dari Berbagai Sumber

Advertisements

4 Responses

  1. Syukron, jazakallah khoiron.
    Salam dari saya, anak Kodisia 2016, ‘min. Sudah 5-6 tahun ya, selang antara tulisan ini dengan tanggal saya membaca artikel admin.

    Betul kata Dodik Setiawan, memang patut ada dokumentasi bagi lembaga, organisasi, dan pergerakan semacamnya. Kiranya orang seperti saya agar bisa mendapat referensi lebih mudah.

  2. Assalammualaikum.. saya tertarik pada blog dan tulisan anda karena nama kita serupa bang 🙂

    Reply:
    Terima Kasih dan Salam Kenal

  3. Saya mencoba searching logo UII. Ketika menemukannya ada di blog anda. Wah ternyata anda adalah satu dr sebagian kecil anak UII yang mau menulis dan menuangkannya di Blog, jika saya jd dosen anda mungkin bs sy jadikan percontohan dan tauladan bagi mahasiswa lainya. Sudah lulus mas?

    Reply:
    Alkhamdulillah sudah mas..

  4. saya usefh nurhayadin kelas Xll di SMAN 16 garut,saya ingin tahu bagaimana caranya untuk masuk ke universitas dakwah

    Reply:
    Ke Universitas Dakwah ?
    Maksudnya ke Universitas Islam Indonesia ?

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: